Mengerjakan Tugas Rumah

Diposting pada: 2017-07-31, oleh : SMK BINA INSAN SIAK HULU, Kategori: Tanpa Kategori

Bukan hal yang asing jika anak-anak yang sekolah seringkali diberikan pekerjaan rumah alias PR oleh guru mereka di sekolah.

Tak lain tak bukan, tujuan para guru dalam memberikan pekerjaan rumah pada anak-anak knya adalah semata sebagai tugas tambahan untuk mengontrol agar anak tetap bisa belajar dan setidaknya mengingat pelajaran yang baru saja dibahas di sekolah. Sayangnya, tumpukan tugas dari sekolah ini seringkali membuat anak merasa tertekan dan stress apabila tidak ada dukungan dan pemahaman yang tepat kepada anak-anak. Hal inilah yang akhirnya memicu anak-anak enggan menyelesaikan pekerjaan rumahnya.

 

Namun tahukah ibu, pemberian tugas atau pekerjaan rumah dari sekolah rupanya bukan hanya menolong anak untuk mengenal mata pelajaran yang baru saja dipelajarinya disekolah. Namun juga merupakan salah satu cara untuk dapat mengembangkan rasa tanggung jawab pada diri si anak itu sendiri. Yang mana ini berarti dengan mengerjaka PR, anak akan belajar bagaimana caranya mengatur dan mengalokasikan waktunya dirumah dengan tugas yang diberikan dari sekolah. Semua hal tersebut juga merupakan suatu keterampilan yang amat dibutuhkan anak untuk bekal dikehidupannya kelak, yang mana managemen waktu yang baik adalah bagian dari kunci sebuah keberhasilan.

Lewat PR, anak-anak juga akan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih positif. Tentunya, sebagai orang tua, kita dituntut untuk sebisa mungkin mendukung, bukan membantu sepenuhnya ketikan anak mengerjaan pekerjaan ini. Adalah tugas orangtua dalam membimbing sewaktu mereka mengerjaan pekerjaan rumahnya.

Sayangnya, tidak sedikit anak yang masih merasa terbebani dengan pekerjaan rumah dari sekolah dan sewaktu mereka dihadapkan untuk mengerjakan hal ini, mereka akan terlihat frustasi dan banyak diantaranya malah terlihat rewel sewaktu hendak menyelesaikan PR nya. Alhasil, kita sebagai orangtua dibuat bingung, dimana disatu sisi kita merasa tidak tega dan disisi lain adalah kewajiban anak dalam menyelesaikan pekerjaan rumah.

Nah, jika sudah begini yang ada orangtua juga menjadi bingung bagaimana menghadapi anak yang demikian. Nah, untuk itulah, mendongkrak semangat belajar anak dalam menyelesaikan pekerjaan rumahnya mungkin menjadi satu-satunya solusi bagi ibu untuk bisa membuat anak semangat mengerjakan pekerjaan rumah yang dimilikinya. Ketika semangat anak membara untuk mengerjakan pekerjaan rumah, maka segala hal akan lebih mungkin dilakukannya ketimbang hanya rewel dan terlihat frustasi.

Lantas seperti apa sih, memotivasi semangat anak agar mereka mampu menyelesaikan pekerjaan rumahnya? Yuk, kita simak tips dibawah ini.

1. Berikan Suasana yang Nyaman

Tugas yang menumpuk yang didapatkan anak dari sekolah bisa jadi sudah begitu membebaninya. Jika ditambah dengan suasana rumah yang tak menyenangkan seperti gaduh dimana-mana, ibu yang berteriak-teriak atau malah membebani anak dengan banyak pekerjaan lain untuk membantu ibu, sudah pasti hal ini malah akan semakin membuat anak tertekan dan hasilnya anak malah akan semakin menunda-nunda menyelesaikan pekerjaan rumah yang ia dapat dari sekolah dengan alasan telah terlebih dahulu lelah dengan tugas yang ibu berikan.

 Untuk itulah, sebisa mungkin upayakan anak agar mendapatkan suasana rumah yang menyenangkan. Sewaktu ibu membutuhkan bantuan mereka, namun saat yang bersamaan anak tengah disibukan dengan buku dan peralatan sekolahnya. Alangkah lebih baik jika ibu mengurungkan niatan untuk meminta bantuan mereka. Sebaliknya, mintalah anak untuk melanjutkan pekerjaan rumahnya dan berikan kata-kata yang bisa memotivasi anak agar semakin giat menyelesaikannya. Ketika suasana rumah nyaman, maka stres yang ada dalam diri anak bisa lebih diredam.

2. Jangan Biarkan Anak Belajar dengan Perut Kosong

Salah satu faktor stres dan kesulitan belajar pada diri anak bisa jadi dipengaruhi karena perut anak dalam keadaan kosong. Untuk itulah, sewaktu anda mendapati ekspresi anak yang tertekan ditengah waktu waktu belajarnya, maka mintalah anak untuk istirahat sejenak dan makan. Ingatkan anak untuk mengisi perutnya agar semangat mereka bisa kembali hadir sehingga kegiatan mengerjakan PR dirumah bisa menjadi lebih tenang dan lebih nyaman.

3. Jangan Menyatpami Anak

Hanya karena anda ingin memastikan jika anak bisa menyelesaikan pekerjaan rumahnya dengan baik dan sempurna, anda lantas terus berdiri sepanjang anak mengerjakan PR-nya dengan melipat tangan didada seolah seperti seorang satpam atau petugas. Percayalah, bukan membuat anak dapat lebih mudah menyelesaikan pekerjaan rumahnya, hal ini malah akan membuat konsentrasi mereka buyar karena merasa tegang.

Sebaiknya, percayalah pada anak anda dan tanyakan pada mereka apakah mereka sudah selesai mengerjakannya atau belum, dan mintalah mereka untuk tidak segan meminta bantuan anda saat mereka benar-benar merasa tidak mampu menyelesaikannya. Nah, dengan begini anda akan dapat mengontrol apakah mereka menyelesaikan dengan keseluruhan atau tidak.

4. Tengok Sesekali

Dalam rangka memastikan jika anak anda mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan rumahnya dengan baik. Maka tidak ada salahnya jika anda menengok mereka sesekali. Namun ingat, jangan terlalu sering, atau pada akhirnya anda akan berakhir seperti poin diatas dengan menyatpami mereka. Tengoklah anak-anak sesekali, jika memungkinkan pastikan jika mereka tidak menyadari bahwa anda tetap mengontrolnya. Dengan begini, anda akan tetap dapat memastikan anak-anak tetap mengerjakan PR nya dan berusaha menyelesaikannya dengan baik.

5. Pujilah Pekerjaan dan Kerja Keras Mereka

Memuji pekerjaan anak-anak dan kerja keras mereka dalam mengusahakan sesuatu akan membuat mereka seolah dihargai dengan baik. Ketika anak-anak merasa dihargai, maka akan secara otomatis mereka akan berusaha lebih keras lagi.

Untuk itulah, tidak ada salahnya ketika anak mendapatkan nilai ujian atau quis yang baik dengan skor yang tinggi, tempelkan nilai ulangan ini didepan pintu kulkas atau puji anak atas kerja kerasnya. Atau juga anda bisa melakukan hal lain seperti memasakan anak makanan kesukaannya. Dengan begini, selain mereka merasa senang, hal ini juga akan membuat mereka merasa temotivasi untuk melakukan yang lebih baik dari sebelumnya.

6. Berikan Contoh yang Baik

Ketika anda mengharapkan anak-anak bisa menjadi rajin dan mampu mengerjakan semua tugas yang menjadi kewajibannya. Maka, sebaiknya jadilah contoh yang baik. Anak-anak akan dengan mudah menjadi seorang yang baik, jika orangtua mereka adalah teladan yang sempurna untuk mereka. Begitupun sewaktu anak mengerjakan PR nya, jika mereka melihat orangtuanya rajin, maka tidak ada alasan untuk anak-anak menjadi malas-malasan. Apalagi jika mereka mengetahui latarbelakang pendidikan ayah dan ibunya selalu cemerlang, hal ini akan secara otomatis memotivasi anak untuk setidaknya bisa sama seperti ayah dan ibunya.

PR yang didapatkan anak-anak dari sekolah seringkali membuat anak merasa tertekan dan stres. Namun dilain sisi, ini juga menjadi kewajiban untuk mereka selesaikan. Nah, dengan demikian memacu semangat anak untuk bisa menyelesaikan tugasnya adalah solusi terbaik. Tips diatas diharapkan mampu membantu ibu membuat anak-anak agar mau menyelesaikan pekerjaan rumahnya dengan baik.


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.m-edukasi.web.id
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 1 komentar untuk berita ini

  • Suwarno
    2011-11-30

    Mengerjakan tugas rumah memang sangat menyenangkan, apalagi tentang matematika

Forum Multimedia Edukasi  www.formulasi.or.id
Apakah Website Sekolah ini bagus ?
Bagus sekali
Bagus
Kurang Bagus
Tidak Bagus
 
9047 Total Hits Halaman
3964 Total Pengunjung
54 Hits Hari Ini
13 Pengunjung Hari Ini
1 Pengunjung Online

Komunitas Edukasi

Forum Multimedia Edukasi www.formulasi.or.id